Jumat, 03 September 2021
Leuwiliang, Jawa barat - Pandemi covid-19 menjadi permasalahan utama warga Indonesia terutama masyarakat yang ada di desa-desa. Sejak covid-19 melanda Indonesia, ada banyak sektor yang terdampak mulai dari sosial, pendidikan, politik, hingga ekonomi. Dampak covid-19 terhadap ekonomi salah satunya pada sektor wisata alam bukit bintang di angsana.
"Emang kalau lahan punya perhutani, cuman masyarakat sekitar mah cuman mengelola saja, karena hampir sudah 3 tahun berjalan jadi banyak masyarakat yang bekerja disini" ujar kang Irza
Sebelum pandemi covid-19 terjadi ada sekitar 60 orang pengelola wisata bukit bintang. Sebagian besar dari mereka merupakan warga pribumi Kp.Angkasana. Namun pasca covid-19 pengelola wisata mulai berkurang, hingga saat ini hanya ada sekitar 10 orang pengelola yang aktif dikarenakan wisata alam tersebut ditutup.
Seperti yang dikatakan salah satu pengelola "ia, dulu pas awal sekitar 60 orang pengelola wisata, sekarang cuman 10 orang, bingung bagaimana cari tambahan. Karena tidak ada kejelasan dari pemerintah" ujar kang Yoga.
Masyarakat sekitar banyak yang kehilangan mata pencaharian nya karena wisata tersebut ditutup.
"Semenjak covid-19 banyak pengelola yang ganggur akibat ditutup tempat wisata, banyak warung-warung kecil juga yang harus terpaksa berhenti beroperasi" tutur kang yoga.
Banyak dari pengelola wisata berharap agar tempat wisata dapat dibuka kembali agar perekonomian masyarakat tetap stabil dan membaik.
Kang Irza pun mengatakan "Kami berharap pemerintah dapat mengizinkan kembali tempat wisata dibuka ,agar masyarakat sekitar bisa bekerja seperti biasa. Besar harapan kami agar pemerintah dapat memfasilitasi tempat wisata yang ada di desa-desa, agar lebih indah, bagus, dan banyak peminatnya" pungkasnya.

Komentar
Posting Komentar